Kamis, 09 Mei 2013

My best friend

Lia dan Nisa, si Dua sahabat, begitu bergembira pagi itu. Lia, si Greenty, sukanya warna hijau, tapi sangat senang kalau disebut anak tomboi. Dia sering begaya menggunakan bahasa inggris, mata pelajaran sekolah yang dia sangat sukai. Dan... Nisa, si Feminim asli karena dia lebih suka menggunakan Gaun daripada baju kaos biasa. Selain itu, Nisa juga punya banyak koleksi beraneka macam boneka seperti Barbie,Teddy bear, dan Boneka monyetnya.
Mereka sering dipanggil teman-temannya “Si dua Cuco” karena mereka sering bermain bersama dan kompak. Mereka tak pernah bertengkar dan suka saling menolong.
Mereka membuat janji persahabatan bersama-sama.
Janji persahabatan :
1.     Selalu bermain bersama
2.    Tidak boleh pelit
3.    Saling menolong
4.    Tidak boleh egois
5.    Tidak boleh berbohong

Setelah lama bermain, Mereka kelelahan.
Hari sudah siang. Udara sudah mulai panas dan gerah.
“Lia, kamu capek?” tanya Nisa yang kelihatannya capek sekali. Keringatnya banyak keluar sehingga bajunyapun basah.
“Yaaa, Iyalaahhh... Of course.... kalo kamu capek nggak?” Lia balik bertanya.
“Yaaa, sama... aku juga capek....,”jawab Nisa tersenyum.
“Eh... kita duduk-duduk dikursi dekat taman itu yukkk...,” ajak Nisa kemudian. Dia menunjukan kursi yang berada dibawah pohon mangga ya di dekat taman.
“Ayooo.... Let’s go! Ayooo kemonnn brooo” Jawab Lia menyetujui dengan gaya seperti cewek tomboi.
Mereka berdua berjalan ke tempat itu. Mereka duduk-duduk di kursi itu sambil minum Jus jeruk kotak nisa yang sudah dibawanya tadi.
Tiba-tiba, ada mobil Toyota Avanza datang memasuki kompleks perumahan mereka. Di belakangnya, ada dua buah mobil pengangkut barang-barang. Mobil pengangkut barang itu membawa kulkas, sofa, kursi, lemari, kasur, mainan anak-anak, peralatan rumah tangga, dan barang-barang lainnya.
“mungkin ada orang pindahan rumah....,”kata Lia.
“Eh.... sepertinya ada tetangga baru, ya...?” tanya nisa kemudian, sambil membuka plasti snacknya.
“Em.... sepertinya, iya....,”jawab Lia. Dia mengangguk pelan tanda ragu sambil mengambil jus jeruk kotak dari dalam tas kresek hitan untuk diminumnya.
“Sruttt.... segarr... segar...,” gumam Lia sambil menyedot jus jeruknya....
“Eh.... kalo ada anak perempuannya, aku pengen kelanan ahh, biar dapat teman lagi...,”kata nisa kemudian dengan wajah tampak kegirangan.....
“Hahhhh.... eh, Iya juga, ya.... Biar nanti punya teman baru,” lanjut Lia kemudian sammbil melihat nisa dengan tersenyum.
Sesaat kemudian, mereka cepat-cepat menghabiskan makanan yan gmasih mereka kunyah dan minumannya.
“Ayo... Cepat...!” kata anisa kemudian dengan gaya seperti jagoan. Dia sudah menghabiskan snacknya.
Tak lama kemudian, mereka mengikuti arah mobil Toyota Avanza itu pergi.
“Hus.... diam... silent please....!” tegur Lia kepada nisa pelan sambil menaruh jari telunjuknya didepan mulut. Dia masih juga menggunakan bahasa inggris meniru gaya kakaknya.
“Upsss... maaf, ya... sorry!” balas nisa meminta maaf. Tetapi, suaranya lembut hohoho. Si feminim badaii cetarr itu,
Mobil Toyota avanza itu berhenti di rumah kosong yang dijual. Rumah itu berpagar biru, elegant, tampak terawat dan bersih. Beberapa saat kemudian, dari dalam mobil, keluar seorang perempuan yang agak tua, seumuran ibu mereka berdua.... dan seorang anak perempuan mereka. Anak itu berambut panjang, memakai baju warna Pink dengan rok warna putih selutut.
Beberapa meter dari tempat itu,  Lia dan Nisa mengintip dari balik pohon besar berdaun banyak. Keduanya, terus menyaksikan apapun yang sedang dikerjakan tetangga baru mereka. Anak perempuan itu membantu orang tuanya. Para pekerja mengangkat barang-barang yang berada du mobil pengangkut barang untuk dimasukan kedalam rumah barunya itu.
Barang mereka cukup banyak. Berbagai macam barang milik ayah dan ibunya, juga mainan yang cukup banyak milik anak perempuan itu. Mereka cukup lama mengangkat dan memasukan barang-barangnya ke dalam rumah barunya.
Setelah itu, anak perempuan tersebut meminta izin kepada ibunya agar diperbolehkan jalan-jalan keliling kompleks perumahan barunya.
“Bu...., bolehkah aku jalan-jalan disekitar kompleks perumahan baru ini? Boleh, yaaa?.... buu!! Aku mohon....!” kata anak perempuan itu meminta keinginannya dikabulkan.
“Hmm.. baiklah...,” kata ibu memperbolehkan. Dia tersenyum melihat anak perempuannya itu.
“Tapi hati-hati, Ya....!” sambung ibunya sambil mengantarkannya sampai depan pagar.
Anak perempuannya itu tampak begitu senang karena diperbolehkan bermain disekitar kompleks perumahan. Dia tetap memakai baju yang dipakainya tadi, juga memakai sepatu sandal berwarna merah muda. Beberapa menit kemudian,  Lia dan Nisa keluar dari balik pohon besar, mendekati anak perempuan yang sedang berjalan sendirian itu.
Tiba-tiba....
“Permisi... maaf, ya.. kamu anak baru, yaa?” tamya Lia dengan ramah, tapi pura-pura tahu.
“Eh iya.... namamu.... sssiapaaaaa?” kata anak perempuan itu. Dia balik bertanya dengan ramah pula.
“Oh.... namaku Lia. Ini temanku, namanya Nisa...,” jawab Lia dengan tersenyum sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman. “ Namaku siapa? Tanya Lia.
Nisa yang dikenalkan Lia hanya tersipu-sipu malu sambil memengangi daun-daun kering untuk memainkannya. Karena malu, dia hanya mengatakan “Hai....!” dengan senyum ramah.
“Ooo... namaku Natasha....,” jawabnya enteng. Dan dengan ramah, dia menyambut sodoran tangan Lia dan Nisa untuk bersalaman. “Bisa panggil.... Tasha atau Natasha....,” katanya lagi dengan wajah tampak serius sambil terus menceritakan kepindahannya ke kompleks perumahan rawasari ini.
“Eh.... daripada kita harus bicara terus, mendingan kita main yuk....!” sela Nisa yang tadinya malu-malu. Sekarang, dia sudah berani mengajaknya bermain bersama.
Lia dan Natasha mengangguk tanda mau mengikuti ajakan Nisa. Lalu, mereka bertiga menuju ke halaman masjid Istiqlal. Memang dikompleks perumahan mereka tidak terdapat lapangan untuk bermain, tetapi ada masjid yang mempunyai halaman yang agak luas.
Sesampainya di sekitar masjid .......
“Eh.... beli jajanan sama minuman, yukk....!” ajak Lia. Dia menunjuk warung kecil diseberang masjid.
“Hayu... yuukkk... aku pengen minum.....,” kata Natasha mengiyakan ajakan Lia.
“Eh..... aku juga laper. I’m Hungry,” rengek Lia nggak mau kalah teriakannya.
Mereka kemudian menuju warung kecil itu....
“Oh.... duh ... aku lupa, aku gak bawa uang,” kata Natasha dengan muka memelas....
“Oh, Don’t worry.... kami yang akan membayarkannya, kok...,” kata Lia menjelaskan.
“Iya deh... jangan khawatir...,”sambung Nisa tegas menambahkannya.
“Oooo... terima kasih, ya...,” ucap Natasha tersenyum senang.
Kemudian, mereka bertiga sibuk memilih jajanan dan minuman yang dijual di warung kecil itu.
“Ummmmmm... segar sekali....,”kata Natasha. Dia terus menyedot pop ice yang dipilihnya.
Lia dan Nisa juga begitu. Mereka berdua sibuk menikmati jajanan dan minuman yang dipilihnya.
“Main lagi, yuk.... aku sudah habis...!”kata Nisa tiba-tiba sambil membuang sampah bekas minumannya.
“Eh... tungguin, dong....!” pinta Natasha manja sambil terus menyedot pop ice-nya.
“Iya..... tungguin, dong, wait....wait....!”sambung Lia dengan suara agak keras. Dia terus menghabiskan sisa es tehnya. Es teh adalah minuman kesukaan lia.
“iya.... iya... Don’t worry....,” kata Nisa kemudian, memakai bahasa inggris, meniru gayanya Lia.
Sesaat kemudian, setelah jajanan dan minuman yang dibeli mereka habis, mereka bertiga langsung bermain lagi di halaman masjid.
Sambil bermain, Lia berkata dalam hati, Natasha ini anak nya baik banget, sih. Padahal barusan aja kenal, tapi mau main sama kita. Dia nggak cengeng dan nggak egois. Mau nggak, ya.... kalo dia kujadikan sahabat.
Tiba-tiba......
“Eh... kamu mau jadi sahabat kita, nggak...? Lia menawarkan kepada Natasha dengan suara pelan.
“Kan, kita sudah tau namanya.... kok, nyapa-nya pake Eh ... sih... oh iya... mau nggak?”celetuk Nisa kemudian dengan menanyakan lagi. Dia tak mau kalah minta perhatian Natasha.
“Ya... tentu mau dong... hehehe....,”Jawab Natasha manja, lalu tertawa ngakak wakakakakkk.
Mereka bertiga lalu memutuskan mengganti istilah “si Dua Cuco” menjadi “ si Tiga Cuco”. Mereka senang sekali. Mereka layaknya saudara seperti adik dan kakak yang bahagia dan saling menolong.
Sore hari tiba..............
Ayah dan ibu Natasha kelihatan bingung dan cemas sekali. Mereka jadi berpikir yang tidak-tidak. Mereka mengira anak kesayangan mereka itu hilang karena diculik orang jahat seperti yang sering di beritakan di TV.
“Waduhhhh... gimana, nih..... Tasha kok, nggak pulang-pulag sih....?” kata ibu Natahsa cemas suaranya keras dan dia kebingungan.
“Ya, aku juga khawatir.....,” Kata ayah Natasha mencoba menenangkan ibu Natasha yang tampak sangat cemas.
Dengan perasaan campur aduk, ayah dan ibu Natasha menunggu di ruang tengah. Tidak lama kemudian, terdengar bel rumah yang bunyinya keras sekali...
TENGTONG.... TENGGGGGGTONGGGGG... TENGGGGGGGGGGTONGGGGGGGGGGGGGGG....!!!!!     
“Assalamualaikummmmmm.....!!!!” suara itu terdenganr sangat keras sampai ke ruangan tengah.
“Waalaikum salammmmm.... iya..... sebentar ...,”jawab ayah Natasha sambil cepat-cepat keluar rumah. Dibukanya pintu ruangan depan..... ternyata Natasha yang datang.
“Ya.... ampyunnn, Nak... kamu kemana aja? Lama banget mainnya...?” kata ayah mencoba sabar.
“Em.... maaf, yah... tapi jangan  marah, ya....,” kata Natasha pelan karena merasa bersalah. Ayah dan ibunya jadi bingung.
Tadi, ibunya yang masih berada diruang tengah tampak sedih menunggu Natasha. Ketika mendengar suara  anak kesayangannnya datang, ibunya langsung cepat-cepat menemui Natasha di ruang depan.
“Iya... nggak apa-apa.... nggak marah, kok...,” jawab ayah dan ibunya serempak, hampir bersamaan menjawabnya. Ibu memeluk Natasha dengan sabar dan sayang.
“Alhamdulillah....,” Bisik ibunya dengan suara yang sangat pelan.
Beda dengan ayah dan ibu Lia atau Nisa, mereka tidak akan merasa kebingungan jika Lia dan Nisa pulangnya terlalu sore. Karena sudah sering, mereka tahu kalau besoknya hari libur, pasti mainnya sampai sore.
Tepat pada hari itu juga,.... mereka bertiga sangat bahagia karena mendapat sahabat baru yang sangat baik, layaknya saudara. Natasha, Lia, dan Nisa menceritakan kepada orang tua mereka masing-masing tetnang “si Tiga Cuco”.


0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates