Jumat, 02 Agustus 2013

Phobia

Phobia. Mungkin sebagian dari anda tahu apa arti dari kata tersebut. Anda bisa jadi juga mengalami phobia yang berlebih pada sesuatu. Atau mungkin kerabat dekat anda juga mengalami phobia.Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Phobia adalah rasa takut yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena .Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti.

Nuning , selaku guru BK di SMAN 1 Pangkalan Bun menambah kan bahwa phobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu , namun hal tersebut bukanlah suatu penyakit .
“ Phobia itu bukan suatu penyakit. Phobia itu muncul dikarenakan adanya sugesti. Misalnya ada phobia yang tidak bisa melihat binatang, dan ada phobia yang mungkin adalah suatu penyakit. Mungkin terkena musibah. Dari musibah itu timbullah penyakit. Dan kondisi traumatik , itu yang kebanyakan menjadi penyakit. “ jelas Nuning panjang lebar.

Phobia ada bermacam-macam, contohnya claustrophobia yaitu ketakutan pada ruang yang sempit, Cleithrophobia yaitu takut terkunci di tempat tertutup.
Cleptophobia yang merupakan takut akan kecurian, Enetophobia , ketakutan pada peniti. Melanophobia , ketakutan pada warna hitam dan Mageirocophobia yakni takut untuk memasak. Biasanya orang yang terkena phobia sering menjadi bulanan teman-teman sebayanya untuk ditakuti. 

“ Terkadang, pola pikir sesorang dapat memengaruhi terjadinya phobia. Biasanya mereka berpikir ketakutan mereka itu beralasan. Dengan mereka takut terhadap sesuatu, mereka akan mengira orang-orang yang tahu tidak akan menakuti mereka. Padahal, mereka akan makin ditakuti oleh teman-temannya. Sehingga mereka makin berpikir bahwa mereka telah mengalami phobia atau suatu penyakit.”tutur Nuning.

“ Aku phobia terhadap sosis. Phobia ini aku alami ketika aku masih kelas 5 di sekolah dasar. Saat itu ketika aku ingin makan sosis, rasanya tidak enak dan aku menjadi geli dan jijik sendiri.”papar Egidiya Safitri, siswi SMA 3. Egidiya mengakui jika melihat sosis atau berdekatan dengan makanan tersebut, dia akan lari menjauh. 

Selain itu, Egidiya pun merasa bahwa ketakutannya terhadap sosis adalah hal yang wajar. “Aku tidak ingin sembuh dari phobia yang aku alami. Karena menurutku, sosis tetaplah hal yang menakutkan dan menjijikkan. Jadi, aku tidak punya keinginan untuk menghilangkan phobiaku. Apalagi teman-teman disekolah malah sering menakuti-nakuti”tuturnya ketika ditanya mengenai usaha yang ingin dia lakukan untuk sembuh. 

Sedangkan menurut Nuning, usaha untuk menyembuhkan seseorang dari phobiaitu harus muncul dari diri sendiri. “ Kecuali, jika phobianya diakibatkan dari traumatik karena musibah , biasanya harus pergi ke psikiater.” 

(Nurul Fauzianti Hakim/SMKN 1 P.BUN/BBC/Revita/SMAN 1 P.BUN)

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates